Pulau Harapan memang menyimpan pesona yang luar biasa, tapi untuk saat ini, fasilitas bagi wisatawan difabel masih cukup terbatas. Sebagian besar jalan di pulau ini masih berupa paving block dan jalur tanah yang tidak sepenuhnya rata, sehingga bisa cukup menantang bagi pengguna kursi roda atau alat bantu jalan lainnya.
Beberapa homestay mungkin menyediakan akses yang relatif mudah, tetapi belum ada jalur khusus, pegangan tangan, atau toilet ramah difabel yang terstandarisasi. Begitu juga dermaga dan kapal yang digunakan—proses naik turun kapal belum dilengkapi dengan aksesibilitas yang ideal.
Namun demikian, hal ini bukan berarti wisatawan difabel tidak bisa menikmati Pulau Harapan sama sekali. Dengan bantuan dari pendamping atau penyedia tur yang siap membantu secara fisik, pengalaman liburan tetap bisa diusahakan senyaman mungkin. Jika Anda atau keluarga membutuhkan bantuan khusus, sangat disarankan untuk menginformasikan lebih awal kepada penyedia paket wisata agar mereka dapat melakukan penyesuaian semaksimal mungkin.
Semoga ke depannya, Pulau Harapan dan destinasi lain di Kepulauan Seribu bisa terus meningkatkan infrastruktur inklusif agar semua orang bisa menikmati keindahan pulau ini tanpa hambatan berarti.